SATUAN
LAYANAN KONSELING
Kelas : XI IPA 3
Semester : 2 / 2012-2013
Sasaran : RY
Layanan / Bidang : Konseling Individual
/ Bimbingan Belajar
Judul Layanan : sering bolos sekolah
Fungsi Layanan : Pencegahan
Tujuan Layanan : RY dapat kembali ke
sekolah, tidak membolos lagi.
Laporan Verbatim
Nama Konselor : Debi
Nama Klien Riyan ( RY )
Tanggal Konseling : 7 Maret 2012
Informasi mengenai klien : RY berusia 17
tahun, anak kedua dari 2 bersaudara. Orangtuanya tidak mengurusinya karena sibuk dengan
pekerjaannya. Ayahnya bekerja sebagai kontraktor, ibunya punya butik. Kakaknya
sudah berkeluarga dan tinggal bersama suaminya.
Hari ini kunjungan RY pertama kali, data
saya dapatkan dari RY sendiri.
Saat RY pertama kali datang dia datang
dengan muka yang lesu. Berikut ini percakapan kami :
Ki : “ Permisi, selamat siang bu ?”
Ko
: “ iya, selamat siang, silahan masuk !”
Ki : “ maaf bu, mengganggu sebentar, apa ibu ada
waktu untuk konseling ?”
Ko
: “ oh tentu saja ada, kebetulan saya sedang tidak sibuk, mari silahkan duduk!”
Ki : “ iya, terimakasih bu.”
Ko
: “ emm....maaf sebelumnya kn qt belum saling kenal, perkenalkan nama saya
debi. Kamu bisa panggil mbak atau ibu. Kalau boleh tahu nama anda siapa ?
Ki : “ iya bu, nama saya Rian”
Ko
: “ saya senang berkenalan dengan anda, kalau saya boleh tau mas Rian tahu
alamat tempat saya ini dari siapa ?
Ki : “ Saya tahu dari teman saya bu, yang
kebetulan murid ibu.”
Ko
: “ oww, begitu ? kalau saya boleh tahu
mas rian ini asalnya dari mana ?
Ki
: “ saya dari ungaran bu.
Ko
: “ Oww ya deket ya dari sini ? ngomong2 mas rian ini kelas berapa ?
Ki
: “ iya bu, saya masih kelas XI .
Ko
: “kelas 2 ? sekolah dimana mas ?”
Ki : “Saya sekolah di SMK swasta daerah ungaran
bu.”
Ko
: “Kalau saya boleh tahu ambil jurusan apa mas ?”
Ki : “Saya ambil jurusan otomotif bu.”
Ko
: “OK,bagaimana kabar mas rian hari ini ?”
Ki : “ iya bu, kalau secara fisik saya sehat bu,
tapi hati saya sedang bingung bu.”
Ko
: “ Bingung kenapa ya mas? Apa ada masalah ?
Ki : “ Begini bu, dalam waktu dekat ini kan
sudah mau kenaikan kelas, sedangkan saya banyak tertinggal pelajaran.
Ko
: “ emm......kalau saya boleh tahu kenapa kok sampai ketinggalan pelajaran ?”
Ki : “ soalnya kn saya sering membolos sekolah
bu.”
Ko
: “mas rian sering bolos sekolah ? itu membolosnya karena apa ya mas ?
Ki
: “saya sering bangun kesiangan, karena malamnya saya banyak begadang.”
Ko
: “ oww begadang ya? mas rian begadang ada kepentingan apa ?
Ki
: “ sebenarnya bukan kepentingan bu, tapi saya termasuk anggota klub motor jadi
hampir setiap malam saya begadang, kumpul bareng teman2 saya.
Ko
: “emm begitu ? setiap mas rian begadang dan tongkrong2 bareng teman apa orang
tua mas rian tahu?”
Ki
: “ahh orang tua saya itu tidak mau tahu bu, mereka sibuk dengan pekerjaannya.”
Ko
:“ kalau saya boleh tahu orang tua anda kerja apa ?”
Ki
: “ ayah saya bekerja sebagai kontraktor, sedangkan ibu saya mengurus butiknya.
Saya di rumah hanya dengan pembantu saya.”
Ko
: “oww begitu ? apa mas rian tidak punya saudara kandung ?”
Ki
: “Punya kakak perempuan, tapi sekarang sudah berkeluarga dan sekarang tinggal
bersama suaminya.”
Ko
: “emm jadi mas rian tidak mendapatkan perhatian orang tua lalu mas rian bebas
mau ngapain begitu?”
Ki
: “ iya bu, seperti itu.”
Ko
: “Ok, kalau begitu silahkan diceritakan lebih lanjut mengenai kegiatan yang
anda lakukan waktu anda tongkrong dengan teman2 anda!”
Ki
: “ begini bu, waktu saya, tongkrong sampai malam, yang dilakukan ya merokok,
minum2man keras, sampai ikut balapan liar sampai dini hari.”
Ko:
“ emmm....ya..ya..ya.....lalu?
Ki : “ ya......karena itu, saya sering bangun
kesiangan dan sering bolos sekolah.”
Ko
:” emmm.....kalau saya boleh tahu, apa yang anda rasakan ketika anda
tongkrong2, minum2man keras,balapan liar?”
Ki
: “ ya...kalau pada waktu baren teman2 saya merasa senang bu, tapi setelah saya
pikir2 ternyata banyak ruginya.”
Ko
:” ok, tadi kn anda mengatakan banyak ruginya? Nah tolong jelaskan kerugian
yang seperti apa yang anda rasakan?”
Ki
: “ ya....seperti bangun kesiangan tadi bu, waktunya berangkat sekolah malah
jadi males dan akhirnya saya membolos ?”
Ko
: “ oww begitu ? anda kan sudh tahu baik buruknya, lalu rencana anda kedepan
dalam wkt dekat ini apa?”
Ki
: “ ya begini bu, saya itu pengen keluar dari anggot klub motor itu supaya
lebih serius dengan sekolah saya, tapi saya bingung harus bagaimana bu.”
Ko
: “ Berarti dalam hati kecil kamu ada keinginan untuk berubah ya ?”
Ki
: “ iya bu, saya tidak mau mengecewakan orang tua saya yang sudah bekerja keras
menyekolahkan saya dan untuk masa depan saya, tapi saya bingung bagaimana
caranya untuk keluar dari klub motor itu ?”
Ko
: “ anda bingung bagaimana caranya untuk keluar dari klub motor itu?
Emm.....kalau saya boleh tahu, hal apa saja yang sudah anda lakukan untuk
keluar dari klub motor itu?
Ki
: “ Setiap teman saya datang untuk mengajak tongkrong saya selalu alasan,
capeklah, ga enak badan lah, seperti itu bu. Lalu sekarang ini say a juga sudah
jarang ikut tongkrong2 bu.
Ko
: “ ok, anda kn sudah berusaha untuk menghindari teman2 anda dan tidak
tongkrong bersama merka, nah kalu begitu, Lebih ditingkatkan lagi usaha anda
itu untuk menghindari teman2 anda agar anda menjadi lebih baik lagi.”
Ki
: “ iya bu, saya akan mencobanya, terimakasih atas bimbingannya, kalau begitu
saya pamit dulu bu, kebetulan ini saya ada acara.”
Ko
: “ iya, kalau besuk masih ada sesuatu yang ingin anda bicarakan,silahkan
datang kesini lagi. Dan saya akan lihat perkembangan anda dalam waktu dekat
ini.
Ki
: “ iya bu, terimakasih. Selamat siang.”
Ko
: “ Sama-sama, hati-hati di jalan.”
ok..sdh sy nilai
BalasHapus