SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN KONSELING
Kelas : XI
IPA 3
Semester
/ Tahun : 2 / 2012 – 2013
Hari
/ Tanggal : Senin, 5 Maret 2012
Alokasi
waktu : 45 menit
Tempat : Ruang Kelas
Layanan
/ Bidang : Layanan Penguasaan
Konten / Bimbingan Belajar
Judul
Layanan : Kebiasaan membaca
Fungsi
Layanan : Pemahaman dan
Pengembangan
A. Tujuan
Khusus :
Siswa mampu menghayati prinsip dan gaya belajar sebagai pelajar untuk mencapai
keberhasilan yang mendasari pencapaian masa depan yang diharapkan.
B. Materi
Layanan : Terlampir
C. Metode : Ceramah, tanya jawab, dan permainan
D. Kegiatan
Awal : Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa
kehadiran siswa, menyampaikan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti
:
Eksplorasi
1. Guru
Menginformasikan materi yang akan dibahas
2. Guru
Menjelaskan pedoman permainan “ Resensi Buku “
Elaborasi
1. Guru
membagi kelompok untuk permainan “ Resensi Buku “
2. Siswa
mengikuti pedoman permainan dan melaksanakan kegiatan permainan.
Konfirmasi
1. Guru
memilih beberapa siswa untuk membacakan hasil resensinya.
Kegiatan
Akhir
1. Guru
memberikan kesimpulan dari hasil resensi siswa.
2. Guru
memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan.
E. Alat
dan media : Kertas, bolpoin, pedoman permainan.
F. Rencana
penilaian dan Tindak Lanjut
Penilaian
Proses
Mengamati perhatian, respon, dan aktifitas siswa
saat kegiatan layanan berlangsung.
Penilaian
Hasil
Laiseg : menilai beberapa siswa yang berhasil
meresensi buku/ bacaan dengan baik dan benar.
Laijapen : Memberikan latihan
kembali kepada siswa yang tidak berhasil meresensi buku dengan baik.
G. Keterkaian
Layanan dengan kegiatan pendukung.
H. Buku
Sumber
Malahayati. 2010. Koleksi Game asyik untuk melejitkan
kecerdasan remaja. Jakarta : PT
Buku Kita.
Sumber Internet
: www.raihanasalsabila.wordpress.com
I.
Biaya
: -
J.
Catatan Khusus : -
Salatiga,
5Maret 2012
Mengetahui,
Kepala
Sekolah
Pemberi Layanan
Debi
Tantri H
Lampiran 1
MATERI LAYANAN
Menurut DP. Tampubolon, kebiasaan membaca adalah kegiatan membaca yang telah mendarah daging pada diri seseorang (dari segi kemasyarakatan, kebiasaan adalah kegiatan membaca yang telah membudaya dalam suatu masyarakat).
Sedangkan Dewa Ketut Sukardi berpendapat bahwa “apabila membaca buku itu diwajibkan untuk mengulang berkali-kali maka akan terbentuklah kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca akhirnya akan menimbulkan kegemaran membaca”.
- Kebiasaan Sejak Kecil
1) Menggerakkan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca.
2) Menggerakkan kepala dari kiri ke kanan.
3) Menggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.
Secara tidak disadari, cara membaca yang dilakukan waktu kecil itu tetap diteruskan hingga dewasa.
- Membentuk Kebiasaan membaca Efisien
Oleh karena itu, usaha-usaha pembentukan hendaklah dimulai sedini mungkin dalam kehidupan, yaitu sejak masa anak-anak. Pada masa anak-anak, usaha pembentukan dalam arti peletakkan pondasi minat yang baik dapat dimulai sejak kira-kira umur dua tahun, yaitu sesudah anak mulai dapat mempergunakan bahasa lisan (memahami yang dikatakan dan berbicara).
Pentingnya baca buku
Menurut Sani B. Hermawan Psi, semakin banyak anak diajak berbagi cerita lewat buku dan membaca, makin banyak manfaat yang digali dan diperoleh anak-anak, daripada melulu hanya pemanfaatan media internet.
Berikut ini ada beberapa manfaat yang akan diperoleh anak lewat berbagi cerita lewat buku dan membaca, yakni:
* Meningkatkan “mental alertness”, daya tangkap, kreativitas, dan logika berpikir.
* Meningkatkan wawasan pengetahuan.
* Menanamkan nilai positif, seperti empati, solidaritas, toleransi, dan tolong menolong.
* Membentuk karakter positif.
* Membangun hubungan emosional hangat dengan orangtua (koneksi dengan anak).
Rendahnya minat baca
Saat ini minat baca anak-anak usia sekolah sangat rendah, sebab mereka lebih suka menonton televisi (tak perlu banyak sibuk bisa sambil tidur-tiduran), bermain PS, bermain games (di handphone dan komputer) , dan mengakses Facebook. Akhirnya kesempatan anak untuk meningkatkan logika berpikirnya menjadi hilang.
Padahal untuk bisa mencapai hal tersebut adalah dengan banyak membaca, sebab struktur-struktur kalimat yang dibacanya secara otomatis telah membentuk logika berpikir. Lain dengan menonton, membaca internet, dan bermain games, belum tentu semua kalimat yang terdapat disana terstruktur dengan baik, yang berakibat pada pola pikir orang-orang yang membacanya menjadi kacau.
Tidak itu saja, daya tangkap dan kreativitas anak pun sangat dipengaruhi dan dibentuk kalau banyak membaca. Sebab daya imajinasi si anak semakin ditantang untuk berkembang melalui membaca berbagai sumber ilmu dan pengetahuan yang ada. Artinya, kemampuan berimajinasi dan berkhayal si anak semakin ditumbuhkan lewat buku-buku bacaan yang dibacanya
Lampiran 2
Pedoman
Permainan Resensi Buku
Sekilas
tentang Permainan
Kebiasaan membaca
adalah kebiasaan yang perlu ditanamkan kepada remaja sejak awal. Bahkan sejak
anak-anak sekalipun. Membaca adalah modal masa depan yang amat penting. mau
menjadi kebutuhan apalagi bagi pelajar. Lewat game ini, remaja berlatih untuk
menjadikan buku bukanlah sebuah momok yang harus ditakuti, melainkan ibarat makanan
lezat yang bisa dinikmati.
Pra
permainan
Ø Persiapan
peserta. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok masing-masing terdiri dari 3-5
orang.
Ø Persiapan
alat-alat. Alat-alat yang di butuhkan, kertas HVS, pulpen.
Tahapan
permainan
·
Remaja dibagi ke dalam beberapa kelompok
seperti seuran di atas.
·
Kepada masing-masing kelompok diberikan
satu set alat-alat seperti diatas.
·
Remaja diberikan beberapa buku pilihan,
mereka disuruh untuk meresensi buku tersebut.
·
Cara meresensi bukunya sedikit
berbeda.mereka harus membuat resensi buku dengan menggunakan media yang sudah
diberikan. Mereka menggambarkan isi buku ke dalam simbol-simbol berupa gambar,
kata-kata kunci dan aneka kreasi lainnya. Tentu saja simbol-simbol yang dapat
menggambarkan apa isi buku tersebut.
·
Setelah waktu selesai, maka salah satu
anggota kelompok mempresentasikan hasil kelompok kepada kelompok lainnya.
·
Peserta yang paling kreatif dan bisa
menggambarkan isi buku akan dinobatkan sebagai kelompok terbaik.
Lampiran 3
PEDOMAN DISKUSI
KELOMPOK
1. Apa
yang kamu peroleh dari permainan “ Resensi Bukuu” ?
2. Kesulitan
apa yang kamu hadapi pada saat meresensi buku ?
3. Apa
yang tidak bisa membuat kamu meresensi buku tersebut ? (diisi yg belum berhasil
meresensi buku dgn baik )
4. Bagaimana
perasaanmu mengikuti permainan ini ?
Lampiran 4
PEDOMAN
OBSERVASI
1. Siswa
yang mengobrol saat materi disampaikan
ada 5 orang
2. Siswa
yang bertanya saat materi disampaikan ada 2 orang
3. Siswa
yang tidk mampu menjelaskan pedoman permainan tidak ada.
4. Siswa
yang mengikuti permainan ada 30 orang
5. Siswa
yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok, semua siswa ikut berpartisipasi.
6. Kelompok
yang mengungkapkan hasil diskusi, ada 3 kelompok.
7. Siswa
yang belum berhasil dalam meresensi buku dengan baik, ada 6 siswa.
LAPORAN
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul / Spesifikasi Layanan : Kebiasaan Membaca
Kelas
: XI IPA 3 SMA KRISTEN 1 SALATIGA
Waktu Pelaksanaan : Senin, 5 Maret 2012
Hasil
Kegiatan awal siswa antusias, meski ada
beberapa anak yang masih ramai sendiri. Waktu guru menerangkan materi kebiasaan
membaca para siswa mendengarkan, bahkan ada yang bertanya. Waktu dalam game,
mereka semua bekeja dalam kelompoknya masing-masing dengan baik. Dan mereka
sangat antusias dalam mengikuti game tersebut. Dlam penilaian segera, guru
mengamati anak yang bisa meresensi buku dg yang belum bisa. Dalam penilaian
jangka pendeknya guru memberikan latihan kepada siswa yang belum berhasil
meresensi buku dengan baik. Penilaian jangka panjang dan tindak lanjut tidak
dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar