Selasa, 13 Maret 2012

Tugas BK Belajar Satlan + Materi


SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN KONSELING

Kelas                         : XI IPA 3
Semester / Tahun      : 2 / 2012 – 2013
Hari / Tanggal           : Senin, 5 Maret 2012
Alokasi waktu           : 45 menit
Tempat                       : Ruang Kelas
Layanan / Bidang       : Layanan Penguasaan Konten / Bimbingan Belajar
Judul Layanan            : Kebiasaan membaca
Fungsi Layanan         : Pemahaman dan Pengembangan
A.  Tujuan Khusus      : Siswa mampu menghayati prinsip dan gaya belajar sebagai pelajar untuk mencapai keberhasilan yang mendasari pencapaian masa depan yang diharapkan.
B.     Materi Layanan   : Terlampir
C.     Metode             : Ceramah, tanya jawab, dan permainan
D.    Kegiatan Awal : Mengucapkan salam, memeriksa situasi dan kondisi kelas, memeriksa kehadiran siswa, menyampaikan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti   :
Eksplorasi
1.      Guru Menginformasikan materi yang akan dibahas
2.      Guru Menjelaskan pedoman permainan “ Resensi Buku “
Elaborasi
1.      Guru membagi kelompok untuk permainan “ Resensi Buku “
2.      Siswa mengikuti pedoman permainan dan melaksanakan kegiatan permainan.
Konfirmasi
1.      Guru memilih beberapa siswa untuk membacakan hasil resensinya.
Kegiatan Akhir
1.      Guru memberikan kesimpulan dari hasil resensi siswa.
2.      Guru memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan.
E.     Alat dan  media     : Kertas, bolpoin, pedoman permainan.
F.      Rencana penilaian dan Tindak Lanjut
Penilaian Proses
Mengamati perhatian, respon, dan aktifitas siswa saat kegiatan layanan berlangsung.
Penilaian Hasil
Laiseg : menilai beberapa siswa yang berhasil meresensi buku/ bacaan dengan baik dan benar.
Laijapen : Memberikan latihan kembali kepada siswa yang tidak berhasil meresensi buku dengan baik.
G.      Keterkaian Layanan dengan kegiatan pendukung.
H.    Buku Sumber
Malahayati. 2010. Koleksi Game asyik untuk melejitkan kecerdasan remaja. Jakarta : PT   Buku Kita.
I.         Biaya   : -
J.         Catatan Khusus : -

                                                                                                                Salatiga, 5Maret 2012
Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                                                               Pemberi Layanan



                                                                                                                         Debi Tantri H
 
                                                            
















Lampiran 1
MATERI LAYANAN


Apabila suatu kegiatan atau sikap, baik yang bersifat fisik maupun mental, telah mendarah daging pada diri seseorang, maka dikatakan bahwa kegiatan atau sikap itu telah menjadi kebiasaan. Terbentuknya suatu kebiasaan tidak dapat terjadi dalam waktu singkat, tetapi pembentukan itu adalah proses perkembangan yang memakan waktu relatif lama.
Menurut DP. Tampubolon, kebiasaan membaca adalah kegiatan membaca yang telah mendarah daging pada diri seseorang (dari segi kemasyarakatan, kebiasaan adalah kegiatan membaca yang telah membudaya dalam suatu masyarakat).
Sedangkan Dewa Ketut Sukardi berpendapat bahwa “apabila membaca buku itu diwajibkan untuk mengulang berkali-kali maka akan terbentuklah kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca akhirnya akan menimbulkan kegemaran membaca”.

  1. Kebiasaan Sejak Kecil
Pada waktu anak belajar membaca, ia belajar mengenal kata demi kata, mengejanya, dan membedakannya dengan kata-kata lain. Anak harus membaca dengan bersuara, mengucapkan setiap kata secara penuh agar diketahui apakah benar atau salah ia membaca. Selagi belajar anak diajari membaca secara struktural, yaitu dari kiri ke kanan dan mengamati tiap kata dengan seksama pada susunan yang ada. Oleh karena itu, pada waktu membaca anak melakukan kebiasaan berikut:
1)      Menggerakkan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca.
2)      Menggerakkan kepala dari kiri ke kanan.
3)      Menggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.
Secara tidak disadari, cara membaca yang dilakukan waktu kecil itu tetap diteruskan hingga dewasa.

  1. Membentuk Kebiasaan membaca Efisien
Membentuk kebiasaan membaca yang efisien memakan waktu yang relatif lama. Selain waktu, faktor keinginan dan kemauan serta motivasi perlu ada. Tetapi keinginan dan kemauan harus diperkuat oleh motivasi. Selain itu faktor lingkungan juga berperan. Jika lingkungan tidak mendorong, dan bahkan menghambat, maka kebiasaan sukar, atau bahkan tidak akan terbentuk.
Oleh karena itu, usaha-usaha pembentukan hendaklah dimulai sedini mungkin dalam kehidupan, yaitu sejak masa anak-anak. Pada masa anak-anak, usaha pembentukan dalam arti peletakkan pondasi minat yang baik dapat dimulai sejak kira-kira umur dua tahun, yaitu sesudah anak mulai dapat mempergunakan bahasa lisan (memahami yang dikatakan dan berbicara).

Pentingnya baca buku
Menurut Sani B. Hermawan Psi, semakin banyak anak diajak berbagi cerita lewat buku dan membaca, makin banyak manfaat yang digali dan diperoleh anak-anak, daripada melulu hanya pemanfaatan media internet.

Berikut ini ada beberapa manfaat yang akan diperoleh anak lewat berbagi cerita lewat buku dan membaca, yakni:
* Meningkatkan “mental alertness”, daya tangkap, kreativitas, dan logika berpikir.
* Meningkatkan wawasan pengetahuan.
* Menanamkan nilai positif, seperti empati, solidaritas, toleransi, dan tolong menolong.
* Membentuk karakter positif.
* Membangun hubungan emosional hangat dengan orangtua (koneksi dengan anak).

Rendahnya minat baca
Saat ini minat baca anak-anak usia sekolah sangat rendah, sebab mereka lebih suka menonton televisi (tak perlu banyak sibuk bisa sambil tidur-tiduran), bermain PS, bermain games (di handphone dan komputer) , dan mengakses Facebook. Akhirnya kesempatan anak untuk meningkatkan logika berpikirnya menjadi hilang.
Padahal untuk bisa mencapai hal tersebut adalah dengan banyak membaca, sebab struktur-struktur kalimat yang dibacanya secara otomatis telah membentuk logika berpikir. Lain dengan menonton, membaca internet, dan bermain games, belum tentu semua kalimat yang terdapat disana terstruktur dengan baik, yang berakibat pada pola pikir orang-orang yang membacanya menjadi kacau.

Tidak itu saja, daya tangkap dan kreativitas anak pun sangat dipengaruhi dan dibentuk kalau banyak membaca. Sebab daya imajinasi si anak semakin ditantang untuk berkembang melalui membaca berbagai sumber ilmu dan pengetahuan yang ada. Artinya, kemampuan berimajinasi dan berkhayal si anak semakin ditumbuhkan lewat buku-buku bacaan yang dibacanya









Lampiran 2
Pedoman Permainan Resensi Buku


Sekilas tentang Permainan
Kebiasaan membaca adalah kebiasaan yang perlu ditanamkan kepada remaja sejak awal. Bahkan sejak anak-anak sekalipun. Membaca adalah modal masa depan yang amat penting. mau menjadi kebutuhan apalagi bagi pelajar. Lewat game ini, remaja berlatih untuk menjadikan buku bukanlah sebuah momok yang harus ditakuti, melainkan ibarat makanan lezat yang bisa dinikmati.

Pra permainan
Ø  Persiapan peserta. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok masing-masing terdiri dari 3-5 orang.
Ø  Persiapan alat-alat. Alat-alat yang di butuhkan, kertas HVS, pulpen.

Tahapan permainan
·         Remaja dibagi ke dalam beberapa kelompok seperti seuran di atas.
·         Kepada masing-masing kelompok diberikan satu set alat-alat seperti diatas.
·         Remaja diberikan beberapa buku pilihan, mereka disuruh untuk meresensi buku tersebut.
·         Cara meresensi bukunya sedikit berbeda.mereka harus membuat resensi buku dengan menggunakan media yang sudah diberikan. Mereka menggambarkan isi buku ke dalam simbol-simbol berupa gambar, kata-kata kunci dan aneka kreasi lainnya. Tentu saja simbol-simbol yang dapat menggambarkan apa isi buku tersebut.
·         Setelah waktu selesai, maka salah satu anggota kelompok mempresentasikan hasil kelompok kepada kelompok lainnya.
·         Peserta yang paling kreatif dan bisa menggambarkan isi buku akan dinobatkan sebagai kelompok terbaik.







Lampiran 3
PEDOMAN DISKUSI KELOMPOK
1.      Apa yang kamu peroleh dari permainan “ Resensi Bukuu” ?
2.      Kesulitan apa yang kamu hadapi pada saat meresensi buku ?
3.      Apa yang tidak bisa membuat kamu meresensi buku tersebut ? (diisi yg belum berhasil meresensi buku dgn baik )
4.      Bagaimana perasaanmu mengikuti permainan ini ?














Lampiran 4
PEDOMAN OBSERVASI
1.      Siswa yang mengobrol saat materi disampaikan  ada 5 orang
2.      Siswa yang bertanya saat materi disampaikan ada 2 orang
3.      Siswa yang tidk mampu menjelaskan pedoman permainan tidak ada.
4.      Siswa yang mengikuti permainan ada 30 orang
5.      Siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok, semua siswa ikut berpartisipasi.
6.      Kelompok yang mengungkapkan hasil diskusi, ada 3 kelompok.
7.      Siswa yang belum berhasil dalam meresensi buku dengan baik, ada 6 siswa.

























LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul / Spesifikasi Layanan : Kebiasaan Membaca
Kelas   : XI IPA 3 SMA KRISTEN 1 SALATIGA
Waktu Pelaksanaan : Senin, 5 Maret 2012
Hasil
Kegiatan awal siswa antusias, meski ada beberapa anak yang masih ramai sendiri. Waktu guru menerangkan materi kebiasaan membaca para siswa mendengarkan, bahkan ada yang bertanya. Waktu dalam game, mereka semua bekeja dalam kelompoknya masing-masing dengan baik. Dan mereka sangat antusias dalam mengikuti game tersebut. Dlam penilaian segera, guru mengamati anak yang bisa meresensi buku dg yang belum bisa. Dalam penilaian jangka pendeknya guru memberikan latihan kepada siswa yang belum berhasil meresensi buku dengan baik. Penilaian jangka panjang dan tindak lanjut tidak dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar